- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- Instagram/justinhubner5
VIVA – Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, akhirnya buka suara soal perbedaan gaya kepelatihan yang ia rasakan sejak bergabung dengan Skuad Garuda. Mulai dari era Shin Tae Yong, Patrick Kluivert, hingga kini di bawah arahan John Herdman.
Sejak resmi menjadi WNI pada Desember 2023, Hubner sudah merasakan langsung sentuhan tiga pelatih dengan karakter berbeda. Namun, ia menegaskan semuanya memberikan kontribusi positif bagi perkembangan tim.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Dengan pelatih yang sekarang, dia punya pemikiran yang sangat berbeda. Dia benar-benar ingin membawa kami naik kelas. Menurut saya, kami bisa mencapai hasil baik dengan cara ini dan semua pelatih sudah bekerja dengan baik,” kata Hubner usai laga melawan Bulgaria di SUGBK, Jakarta.
Pemain berusia 22 tahun itu secara khusus menyoroti sosok John Herdman yang kini menangani Timnas Indonesia. Menurutnya, pelatih asal Inggris tersebut dikenal sangat detail dalam meracik tim.
“Dia benar-benar detail dan ingin tim ini sempurna. Itu adalah hal yang baik,” ucapnya.
Saat ditanya soal kekalahan 0-1 dari Timnas Bulgaria di ajang FIFA Series 2026, Hubner memilih melihat sisi positif dari performa tim.
“Perasaan saya baik. Tentu saja kami kalah, tapi kami menunjukkan permainan yang menarik hari ini,” ujarnya.
Dalam pertandingan tersebut, Indonesia sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola. Namun, satu momen penalti di babak pertama menjadi pembeda hasil akhir.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Menurut saya kami sudah bekerja dengan baik dengan bola. Sayangnya, ada penalti yang jadi gol mereka. Tapi saya bisa bilang bahwa kami tetap bangga. Kami akan terus menatap ke depan,” ucapnya.
Meski harus puas sebagai runner-up, penampilan Timnas Indonesia di laga final dinilai menunjukkan perkembangan signifikan. Di bawah Herdman, Garuda mulai memperlihatkan identitas permainan baru yang lebih terstruktur dan kompetitif.
https://www.viva.co.id/bola/1889000-justin-hubner-bongkar-perbedaan-sty-kluivert-dan-john-herdman
Comments
0 comment