- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- https://kitagaruda.id/
Jakarta, VIVA – Timnas Indonesia akan menghadapi ujian yang sesungguhnya saat melawan Bulgaria dalam laga terakhir FIFA Series 2026. Setelah menang meyakinkan atas Saint Kitts dan Nevis, kapten timnas Indonesia Jay Idzes menilai pertandingan melawan tim Eropa tersebut akan menjadi tolok ukur kekuatan skuad Garuda di era baru bersama pelatih John Herdman.
Indonesia sebelumnya meraih kemenangan 4-0 pada laga pertama. Namun, menurut Idzes, pertandingan melawan Bulgaria akan menjadi laga dengan standar yang berbeda dan jauh lebih menantang dibanding pertandingan sebelumnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Idzes mengatakan bahwa timnya tidak sabar untuk menguji diri melawan tim kuat dari Eropa. Menurut dia, pertandingan seperti ini penting untuk melihat sejauh mana perkembangan timnas Indonesia saat ini, terutama setelah hadirnya pelatih dan staf baru yang membawa perubahan dalam tim.
Bulgaria sendiri bukan lawan sembarangan. Tim Eropa tersebut tercatat sudah tujuh kali tampil di Piala Dunia dan saat ini berada di peringkat 87 dunia, terpaut cukup jauh dari Indonesia yang berada di peringkat 122 dunia. Pada pertandingan pertama FIFA Series 2026, Bulgaria juga tampil sangat meyakinkan setelah menang besar 10-2 atas Kepulauan Solomon.
Meski menghadapi lawan yang lebih kuat, Idzes menegaskan bahwa persiapan tim tetap dilakukan seperti biasa. Ia menyebut tim pelatih membawa banyak perubahan, namun para pemain mulai beradaptasi dan semakin memahami sistem yang diinginkan.
Dalam kesempatan yang sama, Idzes juga menyoroti kembalinya Elkan Baggott ke timnas Indonesia setelah cukup lama tidak mendapat panggilan. Pada laga melawan Saint Kitts dan Nevis, Idzes dan Baggott bermain bersama sebagai duet bek tengah sejak menit awal dalam formasi 4-4-2.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Idzes menilai Baggott sebagai sosok pemain yang memiliki kepribadian kuat di lapangan. Ia menyebut bek Ipswich Town tersebut sebagai pemain yang vokal dan memiliki kualitas yang bisa membantu timnas Indonesia ke depan.
Menurut Idzes, kehadiran Baggott bisa menjadi tambahan kekuatan penting bagi lini pertahanan Indonesia, terutama untuk menghadapi tim-tim kuat seperti Bulgaria dan lawan-lawan lainnya di masa mendatang.
https://www.viva.co.id/bola/1888484-ujian-sesungguhnya-timnas-indonesia-di-era-baru-jay-idzes-lawan-bulgaria-jadi-tolok-ukur-kekuatan-garuda
Comments
0 comment