- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- VIVA/Surya Aditiya
VIVA –
Masalah klasik kembali menghantui sepak bola Indonesia. Kali ini, sorotan tertuju pada PSBS Biak yang terseret isu tunggakan gaji pemain.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kasus ini mencuat setelah para pemain mengunggah surat terbuka di media sosial. Dalam pernyataannya, mereka mengaku belum menerima gaji selama 2,5 hingga tiga bulan dari manajemen klub.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, langsung merespons isu tersebut. Ia menegaskan bahwa sebenarnya sudah ada mekanisme resmi untuk melindungi pemain.
"Sebenarnya kalau isu di persepakbolaan, itu Liga sudah punya mekanismenya ya. PSSI sudah mempunyai payung hukumnya NDRC [National Dispute Resolution Chamber]. Itu pertama di Asia, di mana untuk perlindungan pemain," kata Erick Thohir di Jakarta, Jumat 17 April 2026
Sistem Sudah Ada, Tinggal Ditegakkan
Menurut Erick, dibanding musim-musim sebelumnya, saat ini pemain seharusnya sudah memiliki perlindungan yang lebih baik.
Ia menjelaskan, operator liga juga memiliki sistem kontrol terhadap klub, termasuk melalui mekanisme lisensi klub dan pengelolaan pendapatan.
"Tapi mekanisme Liga bagaimana mengontrol klub-klubnya itu ada yang namanya Club Licensing. Dan sepengetahuan saya, ada mekanisme Liga yang mengunci pendapatan. Karena dulu Liga memberikan pendapatan kepada masing-masing klub itu hanya kalau tidak salah 5 miliaran, di tahun ini sudah sampai naik ke 17 miliaran," terangnya.
Untuk penyelesaian kasus ini, Erick meminta agar prosesnya diserahkan ke pihak terkait, termasuk operator liga dan NDRC.
Sementara itu, operator liga, iLeague, juga sudah mengambil langkah awal. Direktur Operasional iLeague, Asep Saputra, memastikan komunikasi dengan pihak klub segera dilakukan.
"Kita tunggu saja karena ini baru diangkat beberapa hari terakhir. Yang pasti, dalam waktu dekat kita akan ada pertemuan dengan owner PSBS Biak," ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pertemuan dengan manajemen klub dijadwalkan dalam waktu dekat untuk mencari solusi terbaik. Proses penanganan pun akan berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Kasus ini jadi pengingat bahwa di balik gemerlap kompetisi, masih ada pekerjaan rumah besar yang harus segera dibereskan demi melindungi para pemain.
https://www.viva.co.id/bola/1892710-kata-erick-thohir-soal-jeritan-pemain-psbs-biak-yang-belum-digaji
Comments
0 comment