- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100kpj
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- www.istockphoto.com
VIVA - Insiden memalukan terjadi dalam pertandingan sepak bola kelompok usia U-20 di Brasil. Laga semifinal Divisi 2 Kejuaraan Mineiro U-20 antara Uberlandia Esporte Clube (UEC) melawan Mamore berakhir ricuh hingga wasit mengeluarkan total 51 kartu merah.
Kerusuhan yang melibatkan pemain dan staf kedua kesebelasan itu terjadi di Stadion Parque do Sabia, Uberlandia, Brasil. Jumlah pengusiran tersebut berpotensi menjadi rekor dunia sebagai kartu merah terbanyak dalam satu pertandingan sepak bola.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan laporan resmi Federasi Sepak Bola Minas Gerais (FMF), wasit memberikan kartu merah kepada 43 pemain dan delapan anggota staf kepelatihan dari kedua tim.
Jumlah tersebut melampaui catatan sebelumnya dalam pertandingan Divisi 5 Liga Argentina pada 2011. Kala itu, wasit mengeluarkan 36 kartu merah setelah pertandingan diwarnai keributan.
Dikutip dari Paranaibamais, laporan pertandingan menyebutkan empat pemain menerima kartu merah ketika laga masih berlangsung. Sementara itu, 39 pemain lainnya diusir setelah pertandingan berakhir.
Suasana pertandingan mulai memanas pada babak kedua. Seorang pemain UEC menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pukulan terhadap lawan.
Situasi kemudian semakin tidak terkendali ketika sejumlah anggota manajemen tuan rumah masuk ke lapangan. Mereka dilaporkan melakukan intimidasi terhadap wasit hingga pertandingan harus dihentikan selama sekitar 40 menit.
Puncak kericuhan terjadi ketika pemain Mamore merayakan gol. Selebrasi tersebut memicu provokasi ke arah bangku cadangan UEC, sebelum pemain dan staf teknis kedua tim terlibat baku hantam.
Situasi semakin parah setelah enam orang suporter masuk ke lapangan dan menyerang skuad Mamore. Laporan resmi wasit juga mencatat adanya ancaman pembunuhan yang diduga dilontarkan sejumlah petinggi klub UEC.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di luar kericuhan di lapangan, pertandingan yang berakhir dengan kemenangan Mamore 3-1 itu juga menyisakan kerusakan di area ruang ganti tim tamu.
Manajemen Mamore kemudian membawa kasus dugaan pengancaman tersebut ke kepolisian. Mereka juga mendesak agar UEC dikeluarkan dari kompetisi menyusul insiden yang terjadi.
https://www.viva.co.id/bola/1941077-tercipta-51-kartu-merah-dalam-turnamen-sepakbola-di-brasil-kok-bisa
Comments
0 comment