Berita Liga Inggris: Manajer Newcastle United, Matthias Jaissle, mengisyaratkan bahwa para pemainnya telah mengabaikan rencana permainan awal yang disusun tim pelatih saat melawan Everton pada Selasa (3/11) dini hari WIB. Imbas dari pelanggaran instruksi tersebut, penyerang andalan William Osula menjadi sangat minim mendapatkan suplai bola sepanjang pertandingan.
Matthias Jaissle juga mengungkapkan kekagetannya lantaran performa apik yang ditunjukkan anak asuhnya selama sesi latihan gagal total ditunjukkan di atas lapangan. Newcastle harus menelan malam kelam di St James' Park setelah dihempaskan Everton dalam laga yang diwarnai riuhan cemoohan suporter.
The Magpies hanya mampu mencatatkan dua tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit laga berjalan. Sorakan kekecewaan dari tribun penonton membahana saat jeda babak pertama hingga peluit panjang dibunyikan, menandai kekecewaan mendalam para pendukung tuan rumah atas performa timnya.
"Umpan-umpan panjang bukanlah rencana kami. Itu adalah sesuatu yang perlu kami benahi. Kami kekurangan rasa percaya diri; untuk keluar dari situasi ini, kami harus tetap bersatu. Kami perlu membuat kurva pembelajaran yang cepat ke arah yang benar," ujar Jaissle.
Saat ditanya mengenai penyebab terisolasinya William Osula di lini depan, Jaissle memberikan penjelasan gamblang mengenai ketidaksesuaian eksekusi taktik di lapangan. "Kami tidak mampu membawanya ke dalam situasi yang menguntungkan. Kami perlu melewati lini pertama dengan keseimbangan yang jelas tentang bagaimana kami ingin bermain sepak bola," ujarnya.
"Hanya memainkan umpan-umpan panjang jelas bukan gaya yang dia (Osula) sukai. Dan itu bukan rencananya; itu adalah sesuatu yang jelas perlu disebutkan. Ini menjadi langkah berikutnya untuk menganalisisnya secara mendalam, dan bertanya mengapa kami tidak bisa memulai laga seperti yang direncanakan semula," lanjut Jaissle.
Menanggapi hujan cemoohan fans yang berlanjut hingga sesi lap of appreciation, Matthias Jaissle mengaku sangat memahami kemarahan serta rasa frustrasi yang dialami para pendukung Newcastle United.
"Saya menyadari kemarahan itu. Frustrasi besar, kekecewaan besar karena kami tidak bisa memindahkan apa yang kami lihat sepanjang pekan. Tim berlatih di level tinggi, tetapi sejak wasit memulai laga, tidak banyak yang terlihat. Sangat sulit dipahami. Sayangnya kami tidak mampu menyediakannya. Sepanjang 90 menit, itu bukan gaya permainan kami. Jika Anda tidak bisa tampil saat dibutuhkan, Anda tidak layak menang. Kami kurang berani menguasai bola, terlalu banyak umpan panjang," tambah sang pelatih.
Jaissle sejatinya telah mengusung filosofi vertical football sejak awal pramusim, namun gaya tersebut tidak tampak saat timnya menelan kekalahan kandang kedua secara beruntun. Ia mengakui timnya sedang berada di masa sulit dan menegaskan perlunya kebersamaan untuk bangkit.
"Performa hari ini, Anda tidak melihat gaya bermain kami dan itu tidak boleh terjadi. Tidak mudah dijelaskan karena semuanya terlihat sangat baik sepanjang pekan di latihan. Para pemain terlihat berkomitmen dan percaya diri. Namun hari ini sejak awal rasa percaya diri itu hilang. Kami harus membenahinya dengan sangat cepat. Kami harus mendorong mereka bahwa mereka mampu dan memiliki potensi untuk bermain dengan cara tersebut," kata Jaissle.
Artikel Tag: everton, premier league, newcastle united, matthias jaissle
Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini
https://www.ligaolahraga.com/bola/taktik-utama-diabaikan-pemain-newcastle-matthias-jaissle-kecewa
Comments
0 comment