- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100kpj
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- Twitter/TimnasXtra
Jakarta, VIVA - Bek sekaligus kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, secara terbuka mengakui bahwa Sassuolo tengah berada dalam periode sulit usai takluk 2-4 dari Fiorentina pada pertandingan pekan ke-10 Serie A 2026/2027 di Mapei Stadium, Selasa (3/11/2026) dini hari WIB.
Pertandingan tersebut menjadi laga comeback bagi Jay Idzes setelah absen sekitar satu setengah bulan untuk memulihkan cedera. Kendati Sassuolo sempat memimpin terlebih dahulu melalui gol Armand Lauriente, keunggulan tersebut gagal dipertahankan hingga laga usai.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Hasil minor ini memperpanjang tren negatif I Neroverdi yang telah melewati enam pertandingan beruntun tanpa kemenangan (lima kalah, satu imbang) serta menempatkan mereka di posisi ke-17 klasemen sementara dengan delapan poin--hanya terpaut satu angka dari zona degradasi.
Hadir mewakili tim dalam sesi konferensi pers usai laga, Idzes menyoroti keroposnya lini pertahanan Sassuolo yang kini menjadi tim dengan rekor kebobolan terbanyak di Serie A musim ini, yakni mencapai 26 gol.
"Jelas ini adalah masa yang sulit bagi kami. Jika melihat semua pertandingan yang telah dijalani, kami hampir selalu bisa mencetak gol. Namun, kami harus lebih memahami situasi di dalam pertandingan, kapan saatnya untuk tidak kebobolan," ujar Jay Idzes dikutip dari Sassuolo News, Selasa (3/11).
Pemain berusia 26 tahun tersebut secara khusus menyesali proses gol pertama Fiorentina yang tercipta menjelang babak pertama usai. Menurut mantan pemain Venezia itu, timnya seharusnya memiliki kedewasaan taktik untuk mengamankan keunggulan hingga turun minum.
"Sebagai contoh, pada proses gol pertama lawan hari ini, kami seharusnya sadar untuk bisa mempertahankan keunggulan sampai babak pertama. Menurut saya, aspek inilah yang masih kurang. Dalam beberapa pertandingan terakhir, kami terlalu banyak kebobolan," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Guna keluar dari krisis pertahanan, Idzes menegaskan pentingnya keberanian ekstra dari seluruh barisan pemain saat mengawal lini belakang, baik ketika menerapkan blok rapat maupun saat mengantisipasi serangan balik.
"Kami mampu menerapkan kedua gaya bermain di lapangan, tetapi yang terpenting adalah memahami fase-fase dalam pertandingan. Kami perlu belajar untuk berani mempertaruhkan kepala demi menghalau bola agar tidak lolos. Menurut saya, inilah hal yang paling perlu kami tunjukkan," tegas Idzes.
https://www.viva.co.id/bola/1940743-sassuolo-kebobolan-26-gol-dan-diambang-degradasi-jay-idzes-kami-harus-berani-pertaruhkan-kepala
Comments
0 comment