Atlet panahan tradisional Indonesia, Rigaluh Tanresila, berhasil meraih medali perak di ajang WTAF 2026 Korea Ulsan World Traditional Archery Championships yang diadakan di Kota Ulsan, Korea Selatan, yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 4 November 2026.
Rigaluh meraih posisi kedua di kategori Zhamby setelah melewati persaingan ketat hingga partai final. Ia mengawali kompetisi dengan menempati peringkat ke-12 dari 374 peserta pada babak kualifikasi.
Pemanah yang akrab disapa Riga itu kemudian mengalahkan dua atlet Malaysia pada babak 16 besar dan perempat final. Ia memastikan tiket final setelah menyingkirkan wakil Tiongkok di semifinal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, langkah Riga untuk meraih emas terhenti di partai puncak. Ia harus mengakui keunggulan Sarenmandula dari Tiongkok dengan skor 8-10 setelah keduanya terlibat persaingan ketat dalam perolehan nilai.
Kejuaraan dunia yang diselenggarakan oleh World Traditional Archery Federation (WTAF) tersebut diikuti 547 atlet dari 36 negara.
Indonesia mengirimkan 17 atlet, terdiri dari 15 putra dan dua putri. Mereka bertanding di empat kategori, yakni Zhamby 30 meter, Puta 70 meter, Tarcsa 90 meter, dan Kyungdo 145 meter.
Dari seluruh delegasi Indonesia, lima atlet berhasil menembus babak 16 besar di kategori Zhamby, Puta, dan Tarcsa. Namun, hanya Riga yang mampu melangkah hingga partai final.
Ketua Umum Perkumpulan Panahan Berkuda & Tradisional Indonesia (KPBI), Dr. Akhmad Mustain, menilai pencapaian tersebut menunjukkan peningkatan prestasi Indonesia dibandingkan edisi sebelumnya. Pada kejuaraan 2025, atlet Indonesia meraih medali perunggu di kategori Zhamby.
Akhmad berharap para pemanah tradisional Indonesia dapat meraih hasil lebih baik pada tahun mendatang sekaligus bersaing dengan Kazakhstan, Kyrgyzstan, Mongolia, dan Tiongkok yang mendominasi kejuaraan dalam dua tahun terakhir.
Ia juga mengajak para pemanah untuk terus mengembangkan panahan tradisional Indonesia dan menunjukkan kemampuan di tingkat internasional demi mengharumkan nama bangsa.
WTAF merupakan federasi panahan tradisional dunia yang berpusat di Ulsan, Korea Selatan. Organisasi ini didirikan pada 2025 atas prakarsa sembilan negara, termasuk Indonesia yang diwakili KPBI.
KPBI turut berperan dalam Komite Akademik dan Sains WTAF. Dalam komite tersebut, Irvan S. Mappaseng menjabat sebagai Vice Chairperson.
Video: Permadi Sandra, Sosok Di Balik Emas Panahan Asian Games 2026
(ran/yna) ... Tautan telah disalin panahanAnda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
https://sport.detik.com/sport-lain/d-8740315/rigaluh-tanresila-sumbang-perak-untuk-indonesia-dalam-kejuaraan-di-korsel
Comments
0 comment