- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100kpj
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- YASUYOSHI CHIBA / AFP
Jakarta, VIVA - Kabar mengejutkan datang dari perkembangan naturalisasi pemain keturunan untuk Timnas Indonesia.
PSSI disebut mulai mengalihkan fokus pencarian pemain diaspora dari Belanda menuju sejumlah negara lain.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Informasi tersebut disampaikan Staf Khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, melalui akun Instagram pribadinya.
Dia mengungkapkan bahwa perekrutan pemain keturunan dari Belanda kini dikabarkan bukan lagi menjadi prioritas utama.
"Rekrutmen atau penggunaan pemain naturalisasi dari Belanda (terutama bagi pemain keturunan yang memilih membela Timnas Indonesia) saat ini tidak menjadi perioritas," tulis Noor Korompot melalui Instagram pribadinya, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Noor, perubahan tersebut berkaitan dengan ketatnya aturan ketenagakerjaan dan imigrasi yang berlaku di Belanda.
Regulasi terhadap pemain non-Uni Eropa (non-EU) dinilai menjadi salah satu hambatan bagi pesepak bola yang memilih membela Timnas Indonesia.
Situasi tersebut menjadi perhatian karena sejumlah pemain keturunan Indonesia masih berkarier di kompetisi Belanda.
Perubahan kewarganegaraan dapat memengaruhi status mereka sebagai pemain profesional di negara tersebut.
"Adanya regulasi ketenagakerjaan dan imigrasi Pemerintah Belanda mengenai pemain non-Uni Eropa (non-EU), serta adanya langkah proteksionis dari Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB)," tulisnya.
Persoalan kewarganegaraan sebelumnya sempat menjadi perhatian setelah munculnya kasus sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di kompetisi Belanda.
Perubahan status dari warga negara Belanda menjadi WNI dapat berpengaruh terhadap kelayakan mereka bermain berdasarkan regulasi setempat.
Selain aturan administrasi, klub-klub Belanda juga harus memenuhi persyaratan tertentu ketika menggunakan jasa pemain non-EU.
Ketentuan tersebut termasuk batas minimum gaji yang berbeda dari pemain berkewarganegaraan Uni Eropa.
Kondisi tersebut membuat proses naturalisasi pemain yang masih bermain di Belanda membutuhkan pertimbangan lebih matang.
Namun, regulasi itu tidak otomatis menghalangi pemain keturunan untuk memperkuat Timnas Indonesia.
Di tengah situasi tersebut, Noor mengungkapkan bahwa tim pemantau PSSI dikabarkan mulai memperluas pencarian ke sejumlah negara lain.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jerman, Amerika Serikat, Australia, Belgia, dan Spanyol disebut masuk dalam perhatian.
"Kabarnya tim pemantau dari PSSI justru mengalihkan perhatiannya pada pemain berdarah Indonesia yg main di Jerman, Amerika, Australia, Belgia dan Spanyol serta negara Eropa di luar Belanda," ungkap Noor Korompot.
https://www.viva.co.id/bola/1940034-pssi-dikabarkan-tak-lagi-prioritaskan-naturalisasi-pemain-timnas-indonesia-dari-belanda-kini-bidik-5-negara-lain
Comments
0 comment