- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100kpj
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- Instagram/officialpersebaya
VIVA - Kekalahan dari Persija Jakarta meninggalkan kekecewaan mendalam bagi Persebaya Surabaya. Pelatih Bajol Ijo, Bernardo Tavares, mengungkapkan suasana ruang ganti timnya dipenuhi kesedihan setelah gagal membawa pulang poin dari Jakarta.
Persebaya harus mengakui keunggulan Persija dengan skor 0-1 dalam pertandingan pekan kesembilan Super League 2026/2027 di Jakarta International Stadium (JIS), Sabtu (7/11/2026).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Gol Ivan Mamut pada menit ke-89 menjadi pembeda dalam duel tersebut. Padahal, Persebaya sempat memberikan perlawanan sengit dan beberapa kali mengancam pertahanan tuan rumah.
Seusai pertandingan, Tavares mengakui hasil tersebut bukan yang diharapkan timnya. Pelatih asal Portugal itu juga menyampaikan apresiasi kepada para pemain yang telah berjuang sepanjang laga.
"Selamat kepada Persija atas kemenangannya. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada para suporter, Bonek dan Bonita, yang telah hadir hari ini untuk mendukung kami. Sayangnya, kami kalah," ujar Tavares kepada awak media di JIS.
"Ini bukan hasil yang kami harapkan. Saya juga ingin berterima kasih kepada para pemain kami yang telah berusaha memberikan yang terbaik," lanjutnya.
Kekecewaan itu terasa hingga ke ruang ganti. Tavares menyebut para pemainnya terpukul karena merasa sudah mengerahkan kemampuan terbaik, tetapi tetap harus menerima kekalahan.
"Ruang ganti saat ini sangat sedih. Banyak pemain yang merasa frustrasi karena mereka sudah memberikan segalanya di lapangan, tetapi sayangnya kami harus kalah," ungkap Tavares.
Tavares menilai Persebaya sebenarnya memiliki peluang untuk mencuri keunggulan, terutama pada babak pertama. Dia menyebut Ramadhan Sananta dan Francisco Rivera sempat mendapatkan kesempatan bagus, tetapi gagal mengubahnya menjadi gol.
"Di babak pertama, menurut saya peluang terbaik adalah milik kami. Sananta punya tiga peluang mengarah ke gawang, Rivera satu atau dua kali, sementara lawan hanya punya satu tembakan ke luar," jelasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, Persebaya gagal mempertahankan ancaman tersebut setelah turun minum. Tavares juga menyoroti kontribusi pemain pengganti yang dinilai belum sesuai harapan, termasuk dalam pengambilan keputusan dan akurasi umpan terakhir.
"Sayangnya, beberapa pemain yang masuk dari bangku cadangan tidak menunjukkan performa seperti yang saya harapkan."
https://www.viva.co.id/bola/1941885-pengakuan-jujur-pelatih-persebaya-usai-ditumbangkan-persija
Comments
0 comment