- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- AP/Joan Monfort
Girona, VIVA – FC Barcelona harus menelan pil pahit dalam laga bertajuk Derby Catalan yang berlangsung di Stadion Montilivi, Girona, Selasa 17 Februari 2026 pukul 03.00 WIB dini hari. Barcelona takluk 2-1 dari tuan rumah, hasil yang tak hanya menyakitkan secara gengsi, tetapi juga membuat mereka harus merelakan posisi puncak klasemen La Liga direbut Real Madrid.
Pelatih Barcelona, Hansi Flick, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Usai laga, ia memberikan analisis jujur mengenai penyebab tumbangnya raksasa Catalan tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Di babak pertama, kami menciptakan banyak peluang, tetapi tidak bisa memanfaatkannya. Penalti itu bisa saja mengubah jalannya laga lebih awal," kata Hansi Flick dikutip dari Mundo Deportivo.
Pertandingan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Barcelona mendominasi peluang melalui Raphinha yang tampil impresif sekembalinya dari cedera. Namun, nasib buruk menimpa Barca saat Lamine Yamal gagal mengeksekusi penalti, bola hanya membentur tiang gawang setelah Dani Olmo diinjak di kotak terlarang.
Pemain Barcelona, Lamine Yamal
Photo :- Getty Images
Meski ditekan, Girona bukan tanpa perlawanan. Kiper Barca, Joan García, dipaksa bekerja keras melakukan penyelamatan luar biasa, termasuk memblok tendangan jarak dekat Vladyslav Vanat.
Setelah satu jam tanpa gol, kebuntuan pecah pada menit ke-60 melalui sundulan sempurna Pau Cubarsí yang memanfaatkan umpan Jules Kounde. Sial bagi Barca, keunggulan itu hanya bertahan sekejap. Praktis setelah restart, Girona langsung membalas lewat Thomas Lemar yang mengubah skor menjadi 1-1.
Saat laga tampak akan berakhir imbang, Fran Beltran mencetak gol kemenangan bagi Girona di menit ke-86 dalam sebuah kemelut. Gol ini diprotes keras karena adanya dugaan pelanggaran terhadap Koundé dalam proses build-up, namun VAR tidak mengubah keputusan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di masa injury time, Barcelona bermain all-out hingga Joan García naik membantu serangan. Gol Robert Lewandowski dianulir karena offside, dan pemain Girona, Joel Roca, diganjar kartu merah langsung akibat pelanggaran keras terhadap Lamine Yamal.
"Kami mencetak gol, tetapi setelah itu kami kehilangan fokus. Kami memberikan terlalu banyak ruang bagi Girona untuk melakukan serangan balik," ujar Flick.
https://www.viva.co.id/bola/1880773-pengakuan-jujur-hansi-flick-usai-barcelona-dipermalukan-girona-2-1
Comments
0 comment