- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100kpj
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- fenerbahce.org
Jakarta, VIVA - Bek Fenerbahce, Jayden Oosterwolde, kembali dikaitkan dengan Timnas Suriname.
Situasi ini turut menarik perhatian publik sepak bola Indonesia karena pemain berusia 25 tahun tersebut memiliki darah Garuda dari sang ibu.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kabar mengenai Oosterwolde disampaikan media Belanda, NOS Sport, dalam laporan yang ditulis Frank Hettinga pada Selasa (3/11/2026).
Ia disebut sebagai salah satu pemain yang masih menunda keputusan untuk memperkuat Suriname akibat ketidakpastian persoalan paspor.
Pelatih Timnas Suriname, Henk Fraser, mengakui sejumlah pemain memilih tidak memperkuat De Natio pada agenda internasional terakhir.
Situasi tersebut terjadi karena mereka belum mendapatkan kepastian mengenai konsekuensi hukum jika menerima kewarganegaraan Suriname.
Selain Oosterwolde, nama Danilho Doekhi dan Milan van Ewijk juga masuk dalam daftar pemain yang belum menentukan pilihan.
Ketiganya memiliki kewarganegaraan Belanda sehingga berpotensi menghadapi persoalan serupa jika memutuskan menjadi warga negara Suriname.
Persoalan tersebut berakar dari aturan kewarganegaraan Belanda yang dapat membuat seseorang kehilangan status warga negaranya ketika secara sukarela menerima kewarganegaraan lain.
Pemerintah Suriname memang telah mengubah undang-undangnya pada September 2026, tetapi perubahan tersebut belum otomatis melindungi pemain dari kehilangan paspor Belanda.
Timnas Indonesia Juga Punya Peluang
Situasi Oosterwolde menarik perhatian Indonesia karena pemain kelahiran Zwolle, 26 April 2001, tersebut memiliki hubungan keluarga dengan dua negara di Asia dan Amerika Selatan.
Ibunya berasal dari Indonesia, sedangkan sang ayah memiliki darah Suriname.
Dengan latar belakang tersebut, Oosterwolde sebenarnya memiliki dua alternatif negara leluhur yang bisa dipertimbangkan selain Belanda.
Timnas Indonesia dan Suriname sama-sama pernah masuk dalam pembicaraan mengenai masa depan karier internasionalnya.
Dalam wawancara bersama media Turki, A Spor, pada 21 Januari 2026, Oosterwolde mengungkapkan bahwa dirinya kerap mendapat pertanyaan mengenai kemungkinan membela Indonesia atau Suriname.
Bahkan, ia menyebut pertanyaan tersebut datang hampir setiap bulan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Jadi, mereka menghubungi saya setiap bulan menanyakan apakah saya ingin bermain untuk Indonesia atau Suriname, tetapi saya masih ingin bermain untuk Timnas Belanda," ungkap Oosterwolde.
Namun, Oosterwolde saat itu masih berambisi menembus skuad utama Timnas Belanda meskipun belum pernah memperkuat Oranje di level kelompok umur.
https://www.viva.co.id/bola/1941241-bek-grade-a-eropa-ini-tunda-pilih-suriname-timnas-indonesia-masih-punya-peluang
Comments
0 comment