- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- VIVA.co.id/M Ali Wafa
VIVA – Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong (STY), mengungkap kondisi kebugaran pemain saat awal menangani skuad Garuda pada 2020, di mana nilai VO2 max para pemain berada di bawah standar.
Bahkan, pelatih asal Korea Selatan tersebut mengungkap VO2 Max pemain saat itu setara dengan anak usia sekolah dasar (SD), berdasarkan hasil tes fisik yang dilakukan saat pemusatan latihan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
STY menjelaskan bahwa VO2 max merupakan indikator penting untuk mengukur kemampuan tubuh dalam menggunakan oksigen saat aktivitas intens, yang berpengaruh langsung terhadap daya tahan pemain selama pertandingan.
“Waktu awal training camp Timnas Indonesia, saya melakukan mid test. Sebagai seorang pemain, seharusnya rata-rata VO2 Max di angka 60 lebih. Tetapi, saat itu ketika dites, mereka cuma berada di bawah 30 dan ada juga yang 35,” kata Shin Tae-yong, dikutip VIVA.co.id dari YouTube Vindes, Kamis, 16 April 2026.
Shin Tae Yong Piala AFF 2022
Photo :- VIVA/Rosikin
Ia menilai angka tersebut jauh dari standar pemain profesional. “Biasanya 30 itu untuk pemain-pemain level SD dan SMP. Untuk SMA mungkin bisa 40-50,” ujarnya.
Menurut STY, kondisi tersebut mencerminkan rendahnya daya tahan fisik pemain saat itu. Ia bahkan menyebut sebagian pemain cenderung kurang disiplin dalam latihan fisik.
“Pemain-pemain itu memang malas lari dan gampang menyerah,” lanjutnya.
Sebagai respons, Coach Shin mengambil langkah tegas dengan melakukan regenerasi skuad. Ia mulai memanggil pemain-pemain muda untuk membentuk tim yang lebih sesuai dengan filosofi permainannya.
Sejumlah nama seperti Asnawi Mangkualam, Pratama Arhan, Rizky Ridho, Witan Sulaeman, dan Egy Maulana Vikri menjadi bagian dari generasi baru yang dibangun.
Langkah tersebut membuahkan hasil. Timnas Indonesia berhasil finis sebagai runner-up di ajang Piala AFF 2020 dan lolos ke Piala Asia 2023 setelah meraih kemenangan penting atas Kuwait di babak kualifikasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tidak hanya itu, Timnas Indonesia juga mencatat sejarah dengan menembus babak 16 besar Piala Asia 2023 serta melaju ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Di level kelompok umur, Shin Tae-yong juga membawa Timnas Indonesia U-23 mencapai semifinal dan nyaris tampil di Olimpiade Paris 2024 setelah melaju hingga babak playoff.
https://www.viva.co.id/bola/1892372-shin-tae-yong-beberkan-vo2-max-pemain-timnas-indonesia-setara-bocah-sd