- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- banyuwangi
- purwasuka
- gadget
- wisata
- padang
- TECHNO
- siap
- bogor
- banten
- banyumas
- NTT
- cianjur
- Jakarta
- jateng
- teknodaily
- jatim
- medan
- MADURA
- jogja
- lampung
- bali
- sulawesi
- Parenting
- semarang
- malang
- TANGERANG
- KALTIM
- Soccer
- mindset
- ceritakita
- gorontalo
- olret
- Team Melli
Antalya, VIVA – Sebuah pemandangan menyentuh hati mewarnai laga uji coba internasional antara Tim Nasional Iran melawan Nigeria di Antalya, Turki, Jumat 27 Maret 2026. Sebelum peluit kick-off dibunyikan, para pemain "Team Melli" berdiri tegak sambil memegang tas ransel sekolah kecil berwarna merah muda dan ungu.
Aksi ini bukan sekadar seremoni biasa. Mengutip laporan AP News, tas-tas tersebut menjadi simbol penghormatan bagi lebih dari 165 warga sipil yang tewas dalam serangan udara di sebuah sekolah dasar di Minab, Iran selatan, pada 28 Februari lalu. Sebagian besar korban merupakan anak-anak yang sedang bersekolah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tragedi yang terjadi di Sekolah Dasar (SD) Shajareh Tayyebeh tersebut memicu kecaman global. Menurut laporan The Guardian, serangan itu menghantam gedung sekolah saat kegiatan belajar-mengajar sedang berlangsung. Investigasi independen dari Amnesty International menyebutkan bahwa sekolah tersebut terkena beberapa kali hantaman rudal yang diduga berasal dari operasi militer Amerika Serikat.
Aksi Menggetarkan Timnas Iran Jelang Piala Dunia 2026, Tas Sekolah Jadi Simbol Duka
Photo :- Team Melli
Meski pihak militer AS menyatakan tengah melakukan penyelidikan dan menegaskan tidak pernah menargetkan warga sipil, duka mendalam tetap menyelimuti rakyat Iran. Selain membawa tas sekolah, para pemain Iran juga tampak mengenakan ban kapten hitam sebagai tanda berkabung nasional selama peperangan yang tengah berlangsung.
Pertandingan melawan Nigeria yang berakhir dengan skor 1-2 untuk keunggulan tim Elang Super ini merupakan bagian dari persiapan menuju Piala Dunia 2026. Namun, partisipasi Iran di turnamen akbar tersebut kini berada di ujung tanduk.
Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI) secara resmi telah meminta FIFA untuk memindahkan tiga pertandingan fase grup mereka dari Amerika Serikat ke Meksiko. Hal ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut kehadiran tim Iran di Amerika "tidak tepat" karena alasan keamanan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ketika pihak AS sendiri menyatakan tidak bisa menjamin keamanan tim kami, maka mustahil bagi kami untuk terbang ke sana," ujar Presiden FFIRI, Mehdi Taj, sebagaimana dikutip AP News.
Namun, Presiden FIFA Gianni Infantino hingga kini masih bersikeras agar turnamen tetap berjalan sesuai jadwal semula di Los Angeles dan Seattle, meski tensi geopolitik terus memanas.
https://www.viva.co.id/bola/1888517-aksi-menggetarkan-timnas-iran-jelang-piala-dunia-2026-tas-sekolah-jadi-simbol-duka