Insiden Brighton Akhiri Karier Guendouzi di Arsenal

Insiden Brighton Akhiri Karier Guendouzi di Arsenal - Berita Arsenal: Karir Matteo Guendouzi Meredup Setelah Insiden Melawan Brighton Matteo Guendouzi, yang

Berita Arsenal: Karir Matteo Guendouzi Meredup Setelah Insiden Melawan Brighton

Matteo Guendouzi, yang dahulu digadang-gadang menjadi bintang masa depan Arsenal, kini menjalani perjalanan karir yang berbeda dari harapan awal. Pertemuan Arsenal dengan Brighton telah menjadi laga emosional yang kerap membawa tantangan tersendiri bagi The Gunners dalam beberapa tahun terakhir.

Ketika skuad asuhan Mikel Arteta bersiap menghadapi Brighton dalam laga Liga Premier pada Rabu malam ini, mereka mungkin teringat bagaimana The Seagulls memupuskan harapan juara Arsenal pada Mei 2023. Kemenangan 3-0 Brighton di Emirates Stadium saat itu praktis menyerahkan gelar Liga Premier kepada Manchester City.

Arteta dan pasukannya bertekad untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama dan menjaga keunggulan lima poin di puncak klasemen, meskipun masih menyisakan satu pertandingan lebih sedikit daripada City. Fokus dan ketenangan menjadi kunci, sesuatu yang gagal mereka pertahankan pada pertemuan pertama Arteta dengan Brighton sebagai manajer Arsenal.

Pada laga kedua ‘Project Restart’ di tahun 2020 yang terganggu pandemi Covid, Arsenal bertandang ke Amex Stadium dengan harapan meraih kemenangan pertama setelah kompetisi sempat dihentikan selama tiga bulan. Namun, segalanya mulai memburuk ketika Neal Maupay mencederai penjaga gawang Bernd Leno, yang harus ditandu keluar lapangan.

Guendouzi, yang saat itu berusia 21 tahun, tak mampu menahan emosinya. Ia mendatangi Maupay dan mencekiknya, membuat Maupay terjatuh. Tak puas, Guendouzi kembali menghampiri lawannya tersebut dan berbangga atas gaji yang lebih besar. Hasilnya, The Gunners harus menerima kekalahan 2-1 di akhir pertandingan.

Kabarnya, Mikel Arteta, yang saat itu baru menjabat, merasa tidak senang dengan ulah Guendouzi. Alhasil, gelandang Prancis itu dikeluarkan dari tim utama dan tidak masuk dalam skuad pertandingan untuk sisa musim panas tersebut.

Meski Arteta tidak membeberkan alasan pencoretan Guendouzi, pemain yang bersangkutan kemudian menganggap insiden tersebut tidak sepenting yang dibicarakan. Namun, insiden tersebut tampaknya menjadi puncak dari kekhawatiran Arteta terhadap sikap dan disiplin Guendouzi. Setelah itu, Guendouzi dipinjamkan ke Hertha BSC dan Marseille dalam dua musim berikutnya.

Pada musim panas 2022, Guendouzi resmi pindah ke Marseille, di mana ia menjadi sosok penting dan bahkan dipanggil ke tim nasional Prancis. Namun, pada 2023, ia meninggalkan Marseille karena ketidakstabilan di klub dan bergabung dengan Lazio.

Perjalanan karir Guendouzi yang kerap diwarnai kontroversi berlanjut di Serie A, sebelum akhirnya bergabung dengan Fenerbahce pada Januari 2026. Meski tampil impresif di Turki, bermain di usia 26 tahun di liga tersebut mencerminkan kekecewaan terhadap karirnya yang semula menjanjikan di Arsenal.

Guendouzi bergabung dengan The Gunners pada 2018 dengan nilai transfer £8 juta. Ia mendapatkan kepercayaan dari manajer saat itu, Unai Emery, yang memberinya 48 penampilan di musim debutnya berkat semangat dan dedikasinya. Namun, pemecatan Emery pada akhir November 2019 menjadi awal kemerosotan karir Guendouzi di Arsenal. Meskipun sempat diberi kesempatan oleh Arteta, hubungan keduanya tak pernah benar-benar harmonis, membuat Guendouzi kini hanya bisa menyaksikan keberhasilan skuad Arsenal yang sekarang dari jauh.

Artikel Tag: arsenal, matteo guendouzi

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini

https://www.ligaolahraga.com/bola/insiden-brighton-akhiri-karier-guendouzi-di-arsenal