Dipermalukan Dewa United di Kandang Sendiri, Pelatih PSIM Jogja Soroti Wasit: Keputusan Aneh

PSIM Yogyakarta takluk 1-2 dari Dewa United di Super League 2026/2027. Pelatih Risto Vidakovic kecewa dan menyoroti penalti serta sejumlah keputusan wasit.

  • Tutup Menu Tutup Menu GULIR UNTUK LIHAT KONTEN BREAKING NEWS Cari # Topik Kasus Penyadapan Presiden Prabowo Jokowi Jadi Saksi Sidang Kasus Ijazah Tiga Jenderal Polisi Jadi Tersangka Penyadapan Presiden 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Yadi Timo Meninggal Dunia IHSG Anjlok 8 Persen! Doddy Katamsi Meninggal Dunia Martha Tilaar Meninggal Dunia Dipermalukan Dewa United di Kandang Sendiri, Pelatih PSIM Jogja Soroti Wasit: Keputusan Aneh Jumat, 6 November 2026 - 21:46 WIB Oleh :
    Pelatih Baru PSIM Yogyakarta, Risto Vidakovic
    Sumber :
    • Dok. Lion City Sailors
    Share :

    Bantul, VIVA - PSIM Yogyakarta harus menelan kekalahan menyakitkan saat menjamu Dewa United dalam lanjutan pekan kesembilan Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Jumat (6/11/2026), Laskar Mataram takluk 1-2 setelah kebobolan gol pada menit-menit akhir pertandingan.

    Hasil tersebut membuat pelatih PSIM Yogyakarta, Risto Vidakovic, kecewa. Selain menyoroti hilangnya konsentrasi pemain pada penghujung laga, juru taktik asal Serbia itu juga melontarkan kritik terhadap sejumlah keputusan wasit yang dinilainya janggal.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Risto secara khusus menyoroti hadiah penalti untuk Dewa United pada babak pertama. Menurutnya, insiden yang berujung gol pembuka tim tamu tersebut tidak seharusnya dianggap sebagai pelanggaran yang layak menghasilkan tendangan dari titik putih.

    "Keputusannya sangat aneh, keputusan-keputusan yang aneh," kata Risto dalam konferensi pers seusai pertandingan yang dikutip Antara.

    Dia menilai pemain PSIM yang terlibat dalam insiden tersebut tidak menyadari keberadaan lawan di belakangnya. Posisi pemain dan arah datangnya bola menjadi alasan Risto mempertanyakan keputusan wasit.

    "Menurut saya itu bukan penalti, karena dia bahkan tidak tahu bahwa seseorang ada di belakangnya," ujarnya.

    Tak hanya penalti, Risto juga mempersoalkan frekuensi penghentian pertandingan. Dia menilai wasit terlalu sering menghentikan permainan, terutama pada menit-menit awal, sehingga ritme pertandingan kedua tim terganggu.

    Meski demikian, Risto tidak ingin menjadikan kepemimpinan wasit sebagai satu-satunya alasan kekalahan PSIM. Dia mengakui anak asuhnya melakukan kesalahan pada 10 menit terakhir yang akhirnya harus dibayar mahal.

    PSIM dinilai kehilangan kendali permainan ketika pertandingan memasuki fase krusial. Kondisi tersebut dimanfaatkan Dewa United untuk melancarkan serangan yang berujung gol kemenangan.

    Risto pun mengakui timnya sebenarnya sudah menunjukkan performa cukup baik saat menghadapi salah satu tim papan atas tersebut. Namun, kegagalan mengantisipasi serangan lawan pada penghujung pertandingan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi.

    ADVERTISEMENT

    GULIR UNTUK LANJUT BACA

    Dia tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya dan meminta skuad PSIM segera bangkit untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

    Menurut Risto, semangat dan kerja keras yang sudah ditunjukkan pemain harus dipertahankan, sembari mengurangi kesalahan yang dapat merugikan tim pada momen-momen penting.

    https://www.viva.co.id/bola/1941629-dipermalukan-dewa-united-di-kandang-sendiri-pelatih-psim-jogja-soroti-wasit-keputusan-aneh