- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100kpj
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- siap terpopuler
- medan terbaik
- Soccer terupdate
- gadget
- mindset
- bogor
- TECHNO
- jogja
- jatim
- olret
- bali
- wisata
- semarang
- NTT
- Jakarta
- lampung
- banyuwangi
- purwasuka
- TANGERANG
- banten
- cianjur
- banyumas
- padang
- jateng
- sulawesi
- MADURA
- teknodaily
- malang
- ceritakita
- Parenting
- gorontalo
- KALTIM
- 100KPJ
- Intipseleb
- Sahijab
- popgames
- IMAGN IMAGES via Reuters/Jerome Miron
Lisboa, VIVA -Keputusan Cristiano Ronaldo mengakhiri perjalanan bersama Timnas Portugal memunculkan reaksi keras dari berbagai pihak. Kali ini, pembelaan datang dari sosok yang mengenal perjalanan awal karier sang megabintang, yakni Duarte Santos, Presiden Andorinha FC, klub pertama yang pernah dibela CR7.
Santos secara terbuka melontarkan kritik terhadap pelatih Jorge Jesus. Dia menilai Ronaldo tidak mendapatkan dukungan sebagaimana mestinya dan justru merasa dikhianati dalam situasi yang berujung pada keretakan hubungan keduanya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Bahkan, Santos menggunakan perumpamaan tajam untuk menggambarkan apa yang dialami mantan kapten Portugal tersebut. Menurutnya, sulit bagi seseorang untuk tetap bekerja sama dengan pihak yang sudah kehilangan kepercayaan.
"Sulit untuk terus bersama seseorang yang Anda tahu telah mengkhianati Anda, menusuk Anda dari belakang dengan pisau sebesar dunia," ujar Santos.
Dia juga menilai keputusan Ronaldo meninggalkan Timnas Portugal merupakan langkah yang konsisten dengan sikap sang pemain. Santos menduga CR7 memilih mengakhiri kebersamaannya untuk menghindari polemik yang semakin melebar.
Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan betapa seriusnya persoalan yang melibatkan Ronaldo dan Jorge Jesus. Hubungan yang sebelumnya berjalan dalam lingkungan tim nasional kini justru menjadi sorotan setelah muncul perbedaan pandangan di antara keduanya.
Duarte Santos bukan sosok yang sekadar memberikan komentar dari luar. Dia merupakan bagian dari perjalanan awal Ronaldo sebelum pemain berjuluk CR7 itu dikenal sebagai salah satu pesepak bola terbesar sepanjang masa.
Ronaldo pernah memperkuat Andorinha FC pada 1993 hingga 1995 ketika masih tinggal di Madeira, Portugal. Dari klub tersebut, perjalanan panjangnya kemudian berlanjut hingga menembus sepak bola profesional.
Karena kedekatan historis tersebut, Santos turut menyoroti bagaimana Ronaldo seharusnya mendapatkan penghormatan atas kontribusinya kepada Portugal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia bahkan membuka kemungkinan menggelar pertandingan perpisahan untuk Ronaldo. Namun, Santos memberikan satu catatan penting: acara penghormatan tersebut sebaiknya tidak berlangsung selama Jorge Jesus masih menjabat sebagai pelatih tim nasional.
Menurutnya, pergantian pelatih akan menjadi momentum yang lebih tepat untuk memberikan penghormatan kepada pemain yang telah mengukir sejarah bersama Portugal.
https://www.viva.co.id/bola/1941526-cristiano-ronaldo-dikhianati-jorge-jesus-presiden-klub-pertamanya-bongkar-luka-di-balik-pensiun-cr7-dari-portugal